Lencana Kepemimpinan
- Putih bening : pemula siswa
- Putih susu : pemula siswa
- Hijau : perintis pemuda
- Merah : pedamping pembina
- Kuning : pemuka siswa
- Ungu : penatar pemuda
- Abu-abu : pengaya pemuda
Macam-Macam Pakaian
- PDU : Pakaian Dinas Upacara
- PDH : Pakaian Dinas Khusus
- PDL : Pakaian Dinas Lapangan
- PDK : Pakaian Dinas Kotak-kotak

Tanda Pengukuhan
Sebagai tanda berakhirnya Latihan Kepemimpinan Pemuda Tingkat Perintis (sebagaimana juga berakhirnya Latihan kepemimpinan Pemuda/Kepemudaan Tingkat lain) setiap peserta dikukuhkan oleh penanggung jawab Latihan dengan pengucapan Ikrar Putra Indonesia sambil memegang Sang Merah Putih dan kemudian menciumnya dengan menarik nafas panjang sebagai kiasan kesediaan untuk senantiasa setia dan membelanya.
Tanda pengukuhan berupa kendit atau pita/sabuk yang dililitkan kepinggang dan disimpul matikan dibagian depan (perut). Kendit adalah kesatria pada jaman dahulu yang mengikrarkan kesetiannya pada kerajaan. Kini kepada para peserta eks peserta latihan pun sebagai pemegang kendit diharapkan memiliki sifat ksatria dalam pemikiran, perkataan, dan perbuatannya sehari-hari.
Kendit dibuat dari kain. Pada saat latihan Pandu Ibu Indonesia ber Pancasila dan pasukan I s.d IV warna kendit masih polos dua warna : hijau untuk anggota pasukan dan ungu untuk penatar/pembina. Karena kendit warna polos menyerupai sabuk kecakapan olah raga bela diri, maka oleh Bapak Idik Sulaeman disempurnakan menjadi kendit bermotif. Motif tersebut berupa gambar tantai 17 mata rantai bulat dan 17 mata rantai belah ketupat, semua mata rantai berisi huruf yang membentuk kalimat PANDU IBU INDONESIA BER PANCASILA.
Semua ukuran panjang dan lebar kendit adalah 5cm da 17cm, melambangkan angka tanggal 17 dan sila 5, tetapi karena kesulitan teknik printingnya berubah menjai 5 dan 140 cm.
Untuk lencana pengukuhan harian digunakan lencana merah putih dan garuda, merah putih di sebelah kanan dan garuda di kiri dengan warna dasar dari garuda sesuai jenis latihannya. Wana dasar dari garuda sama dengan warna dasar kenditnya.
(Tingkat Provinsi, Kabupaten/Kotamadya)
(Tingkat NASIONAL)
Lencana pengukuhan dikenakan pada baju setinggi dada sebelah kiri (di atas saku kiri baju). Baik pada seragam maupun pada baju biasa sehari-hari (semula lencana ini hanya merah putih). Kendit pengukuhan hanya dikenakan saat menghadiri upacara pengukuhan, dan tidak dikenakan sehari-hari.
Catatan.
I. Pemilik LK Ungu Pertama adalah Bapak Idik Sulaiman karena beliau adalah perintis Paskibra dan Paskibraka serta pencetus nama Paskibraka.
II.Pemilik LK Ungu Kedua adalah Bapak H Muntahar selaku Bapak Paskibra.
Lihat Sumber
I. Pemilik LK Ungu Pertama adalah Bapak Idik Sulaiman karena beliau adalah perintis Paskibra dan Paskibraka serta pencetus nama Paskibraka.
II.Pemilik LK Ungu Kedua adalah Bapak H Muntahar selaku Bapak Paskibra.
Lihat Sumber





Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Salam Paskadema!!
<(^^.) <(^^.) <(^^.)
silahkan beri tanggapan anda untuk membantu kami dalam mengembangkan satuan Paskibra kami.