Label: , ,

Bendera Pusaka dan Bendera Duplikat

Sang Merah Putih
Pada 1969, bendera Pusaka kondisinya sudah terlalu tua atau tidak layak pakai sehingga tidak mungkin lagi untuk dikibarkan. Maka Dibuatlah Bendera "wool" yang dijahit tiga potong memanjang kain merah dan tiga potong memanjang kain putih kekuning-kuningan.
Bendera Merah Putih duplikat adalah bendera pusaka yang dibagikan ke daerah-daerah idealnya terbuat dari sutra alam tenun asli Indonesia. Warna Merah Putih langsung ditenun menjadi satu tanpa jahitan dan menggunakan cap celup asli Indonesia.
Pembuatan Duplikat bendera pusaka dilaksanakan di Balai Penelitian Tekstil Bandung dengan dibantu PT. Ratna di Ciawi, Bogor. Dalam praktek pembuatan duplikat Bendera Pusaka sukar untuk memenuhi syarat Bapak Husein Muntahar, karena cat asli Indonesia tidak memiliki warna merah yang standart dan pembuatan menggunakan alat tenun bukan mesin sehingga memakan waktu yang lama.

Pengibaran Pertama Bendera Pusaka
  • Ciri-ciri atau Identitas Bendera Pusaka.
  1. Terbuat dari kain yang berasal dari NTT.
  2. Terbuat dari dua macam warna merah dan putih dengan cat yang berasal dari Sulawasi.
  3. Dibuat atau dijahit tangan oleh ibu Fatmawati Soekarno pada tahun 1944 yang disiapkan untuk menyambut kemerdekaan Indonesia, dijahit dengan jumlah jahitan tiga ratus jahitan.
  4. Dikibarkan Pertama kali pada 17 Agustus 1945.
  5. Ditemukan terpisah antara warna merah dan putih disaat Agresi Militer II pada 1948. (Pada saat Agresi Militer II bendera Pusaka sempat hilang dan ditemukan robek, kemudian dijahit kembali beberapa tahun kemudian dikibarkan untuk terakhir kali).
  6. Dikibarkan kembali di jakarta untuk pertama kalinya di Istana Merdeka Jakarta di atas tiang 17m pada 17 Agustus 19xx.
  7. Tidak lagi dikibarkan mengingat keadaan bendera Pusaka tidak memungkinkan lagi pada 17 Agustus 1968.
  8. Sejak 17 Agustus 1969 bendera Ousaka tidak lagi dikibarkan dan digantikan bendera duplikat.
  9. Ukuran Bendera pusaka 274cm x 128cm dengan tingkat kemiringan 3cm.

  • Ciri-ciri atau Identitas Bendera Duplikat.
  1. Terbuat dari sutra alam yang dibuat tanpa sambungan jahitan antara warna merah dan putih dengan tenun asli.
  2. Bendera Merah Putih
  3. Warna merahnya cat celup asli Indonesia.
  4. Pembuatan dilaksanakan oleh Balai Penelitian Tekstil Bandung dibantu PT. Ratna Ciawi Bogor.
  5. Pada tanggal 5 Agustus 1969, duplikat bendera pusaka diserah-terimakan di suatu upacara di Istana Merdeka Jakarta dari Presiden Soeharto kepada para Gubernur, para kepala daerah tingkat I se-Indonesia beserta reproduksi naskah Proklamasi Indonesia. Selanjutnya duplikasi dan reproduksi naskah proklamasi juga diserahkan ke daerah tingkat II atau Kabupaten dan Perwakilan di Luar Negeri.
  6. Bertugas menggantikan bendera pusaka sejak 17 Agustus 1969.

  • Ciri-ciri Bendera tidak layak pakai.
  1. Terendam.
  2. Basah.
  3. Luntur.
  4. Sobek.
  5. Jatuh ke Tanah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam Paskadema!!
<(^^.) <(^^.) <(^^.)

silahkan beri tanggapan anda untuk membantu kami dalam mengembangkan satuan Paskibra kami.

 
Paskadema Sénanjaya (Paskibra SMK Negeri 8 Malang) © 2008 - 2011