Mengibarkan Sang Merah Putih

Mengibarkan Sang Merah Putih di SMK Negeri 8 Malang dan Indonesia

Formasi

Membentuk sebuah formasi dengan mengandalkan strategi dan kekompakan.

Kami adalah Satu

1000 bukan kami, 100 bukan kami, tapi kami adalah satu.

Sigap dan Tegap

Disiplin dan tidak putus asa untuk membentuk generasi bermental baja.

Long March

Bertualang, melatih fisik, membina mental, menjalin kerjasama, dan meraih tujuan bersama.

Pantang Pulang Sebelum Berkibar

Siang dan malam, selalu giat berlatih untuk memberikan serta menjadi yang terbaik.

Penuh Kreasi

Kreatif dan inovatif untuk membuat sesuatu yang menarik dan memiliki nilai guna.

Label: ,

Peraturan Diklat CAPAS SMKN 8 Malang Tahun 2008

  1. Setelah aturan dibacakan, TP langsung dipasang.
  2. TP tidak boleh dilepas (Kecuali Ibadah)
  3. Tidak boleh membuat kegaduhan dalam bentuk apapun.
  4. Segala macam kegiatan harus lapor pada abang atau kakak.
  5. Tidak boleh memasuki Lapangan Hitam tanpa izin.
  6. Selama Diklat wajib menggunakan Bahasa Indonesia dengan siapapun dan kapanpun.
  7. Seluruh Peserta Diklat wajib mengikuti diklat selama diklat.
  8. Panggilan kepada panitia wanita adalah kakak dan panggilan kepada panitia laki-laki adalah abang.
  9. Selama Diklat Pakaian harus rapi.
  10. Seluruh peserta diklat wajib mematuhi paraturan yang dibuat.
    *Peraturan tambahan menyusul sesuai keadaan.

1 komentar
Label: , ,

Bendera Pusaka dan Bendera Duplikat

Sang Merah Putih
Pada 1969, bendera Pusaka kondisinya sudah terlalu tua atau tidak layak pakai sehingga tidak mungkin lagi untuk dikibarkan. Maka Dibuatlah Bendera "wool" yang dijahit tiga potong memanjang kain merah dan tiga potong memanjang kain putih kekuning-kuningan.
Bendera Merah Putih duplikat adalah bendera pusaka yang dibagikan ke daerah-daerah idealnya terbuat dari sutra alam tenun asli Indonesia. Warna Merah Putih langsung ditenun menjadi satu tanpa jahitan dan menggunakan cap celup asli Indonesia.
Pembuatan Duplikat bendera pusaka dilaksanakan di Balai Penelitian Tekstil Bandung dengan dibantu PT. Ratna di Ciawi, Bogor. Dalam praktek pembuatan duplikat Bendera Pusaka sukar untuk memenuhi syarat Bapak Husein Muntahar, karena cat asli Indonesia tidak memiliki warna merah yang standart dan pembuatan menggunakan alat tenun bukan mesin sehingga memakan waktu yang lama.

0 komentar
Label: , ,

Sejarah Paskibraka

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dan Pasukan Pengibar Bendera

Logo Paskibraka
Orang pertama yang mengerek atau mengibarkan bendera (Pusaka) adalah Bapak Latief Hadiningrat dan Suhud pada detik-detik Proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Dalam Memperingati HUT RI 1946, Bapak H. Muntahar (Ajudan Kepresidenan), merujuk lima orang wakil daerah yang tinggal di Yogyakarta, salah satunya Titiek Dewi, Siswa SLTA Sumbar. Bapak H. Muntahar merujuk lima orang wakil daerah maksudnya disamakan dengan lima sila dalam Pancasila. Dilanjutkan Pada HUT RI tahun 1947-1948 dengan jumlah pengibar tetap lima orang dari wakil-wakil daerah yang tinggal di Yogyakarta. Pada 1950-1966 pengibaran bendera diatur oleh Rumah Tangga Kepresidenan.

0 komentar
Label: , ,

Sejarah Paskibra Unit SMK Negeri 8 Malang


Paskibra Unit SMK Negeri 8 Malang berdiri pada 11 Maret 2008.
Paskibra Unit SMK Negeri 8 Malang  berdiri atas dasar rintisan AD/ART (Aturan Dasar Rumah Tangga) pada tahun 2007 - 2008.

Pemrakarsa Paskibra unit SMK 8 ada 18 orang, yaitu:
  • Agam Gahara
  • Dedy Setyawan
  • Dita Yutika
  • Dwi Febrian
  • Fakhmi Hasqia
  • Hamdan IR
  • Indri
  • M. Taufik
  • Mega Febrianti
  • Meko Gery M
  • Nofia Alfiani
  • Nofian Firmansyah
  • Nur Azizah
  • Robin Janitra
  • Tika Resti
  • Winsy Grace
  • Yogi Medi
  • Laksono Probo
Dari pemrakarsa rintisan tersebut disertai dengan ajuan wakasis dan pembina OSIS. Pengajuan proposal Paskibra diserahkan kepada PPI (Purna Paskibrakaka Indonesia) pada 14 Maret 2008.

1 komentar
 
Paskadema Sénanjaya (Paskibra SMK Negeri 8 Malang) © 2008 - 2011